Dua Alasan Kenapa Pantang Setel-Setel Karbu

Mereka yg terpincut pingin irit BBM atau buat motor lari kencang rata-rata dapat pilih oprek-oprek karbu. Memang, kepentingan itu mungkin tercukupi, akan tetapi hakikatnya ada kesulitan yang masih ada di belakangnya.

Asisten Trainer di Technical Training PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W, Dadan Danil menjelaskan jika kejadian sama ini seringkali berlangsung di Indonesia.

“Orang Indonesia senang tidak pengen diberi standard. Dahulu semisalnya karburator. Harusnya 1.400 rpm maunya 1.100 rpm. Mekanik kadang-kadang jika udah sangat sering diperintah ya selanjutnya turut kehendak pembeli,” ujarnya.

Setelannya semisalnya, disebut ketinggian, meski sebenarnya menurut Dadan setelan itu udah sama dengan standard. Meski sebenarnya, putaran mesin antara lainnya punya pengaruh pada pompa oli.

“Jika rpm terlampau rendah, itu kan punya pengaruh sama putaran pompa. Jika putaran standard yg tinggi, automatic semburan oli kian tinggi serta berarti kian bagus. Arahnya memang kesana, agar rotasi oli bagus,” ujarnya sehubungan putaran tinggi di mesin-mesin motor Suzuki.

Tapi bila setelan putaran mesin dibikin tambah tinggi dari yg harusnya gara gara pingin motor seperti tunggangan racing, ini pula musti jadi pantangan.

“Jika di racing, itu yg musti dilihat yakni saat pakainya tidak panjang. Mesin motornya dapat cuma buat diperlukan berulangkali race atau malahan cuman sekali doang. Sesaat yg harian kan diperlukan buat periode panjang,” ujarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *