Shock Sering Bocor, Boleh Jadi Inner Tube Biang Keladinya

Sesuai sama elemen lain, shockbreaker pun dibutuhkan perhatian. Ditambah lagi motor seringkali melalui jalan yang rusak serta berlubang. Tapi apa yang terjadi kalau shockbreaker depan motor seringkali bocor meski sebenarnya, ukuran pelumasnya sesuai, per ataupun tabung shock dalam situasi baik.

Dalam situasi ini jangan tergesa-gesa mempersalahkan seal karet jadi pemicunya. Bisa jadi itu karena inner tube telah baret hingga mengakibatkan area buat masuknya kotoran hingga seal karet ringan bocor. Selain pun berubah menjadi aliran mungkin keluarnya resapan oli lewat cara dikit-dikit.

“Tapi memang ada banyak hal kecuali inner tube. Ada kemungkinan sealnya telah mengeras atau karetnya telah mati, tidak lentur . Ditambah lagi jika inner tubenya baret-baret,” membuka Dadan Danil, Asisten Trainer di Technical Training PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W.

Lewat cara selintas inner tube yang jika bahasa mekaniknya as shock baret yang ada tidaklah terlalu tampak. Tetapi dapat dicek dengan merabanya serta merasakan dengan kuku. Kalau cukup kasar, diyakinkan inner tube telah baret.

“Dapat pula lantaran seringkali terserang kotoran, hingga membuat inner tube berubah menjadi lecet,: kata Dadan Daniel.

Kalau terus dipaksakan buat diperlukan, dalam periode waktu tidak kelamaan shock dapat kembali bocor. Oli dapat menyebur keluar lewat cara perlahan dari celah seal karet.

“Jika telah baret, ya jangan difungsikan . Mesti ubah. Tapai jika inner tube-nya tidak lecet, lalu bocor, cukup ubah sealnya saja, sekaligus ubah pun olinya. Pengisian oli shock kanan kiri takarannya mesti sama, jangan kedua-duanya terlalu berlebih atau kekurangan. Serta butuh diingat tiap-tiap model motor tidak serupa ukuran pelumasnya, semisalnya matic serta sport pasti tidak serupa,,” tuturnya.

Sampai kini belumlah ada standar baku kapan oli shock mesti ditukar. Tapi Dadan merekomendasikan seharusnya cek suspensi depan tiap-tiap 8000 km. Diluar itu sering-seringlah bersihkan sisi kaki-kaki serta shock dari kotoran.

“Motor mesti rajin-rajin dicuci, lebih seringkali melalui jalan becek serta berlumpur atau hujan. Jangan membersihkan sisi bodynya saja, tetapi juga kolong-kolong motor serta suspensi, lantaran rata-rata kotoran banyak mengendap di ruangan situ,” tutupnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *